Alhamdulillah,, akhirnya saya coret juga mimpi saya yang nomor 27. Apakah itu?? Hehehe…mungkin bagi sebagian orang bukanlah sesuatu yang besar, bukan sesuatu pula yang patut untuk di impi-impikan. Tapi untuk sebagian orang lagi termasuk saya mimpi serta keinginan seperti ini hampir-hampir mendekati digit persen terendah untuk cepat-cepat tercapai meskipun keyakinan dalam hati untuk mencapainya tak pernah benar-benar padam. Yap,, berawal dari saya iseng-iseng corat-coret 100 keinginan yang ingin saya capai sesuai petunjuk dan petuah dari Mas Danang yang notabene udah sukses mencoret ke 100 mimpinya tersebut jadilah saya termotivasi juga untuk melakukan hal serupa tentu dengan goresan yang berbeda. Inilah pentingnya menulis. Paling tidak kita bisa belajar jujur kepada diri sendiri. Itu efek psikologis nomor wahid yang saya rasakan. Dan masih banyak lagi manfaat yang tanpa sadar kita ambil dari kebiasaan menulis. (Ngompor2in buat nulis diary..hehe).
Yap saya tuliskan 1-100 dari yang terkesan mungkin bisa saya capai dalam waktu dekat, hal yang dari dulu saya harap-harap dan sampai saya tulis belum tercapai juga, sampai hal-hal yang kadang bikin saya ketawa, mlengeh. Kebanyakan adalah mimpi dan cita-cita yang memang ingin saya wujudkan, atau pengalaman-pengalaman yang benar-benar ingin saya sentuh dalam dunia nyata. Dan gambar di atas adalah salah satunya. Here is the clue: Pesawat… Terbang… Awan… Ketinggian,,,
Hahaha,,, waktu saya nulis pertama kali saya cuma bisa berandai-andai. Membayangkan pengalaman berada dalam perut pesawat, pramugari yang,, hehe,,sensor*, perasaan saat lepas landas, melihat atap rumah dari ketinggian, proses adaptasi telinga pada saat lepas landas, dan sedikit banyak ketakutan yang saya dapat dari film cast away, Final Destination, dan beberapa lagi yang saya lupa judulnya. Pasti akan jadi pengalaman luar biasa jika nantinya hal tersebut benar-benar menjadi bagian dari cerita hidup saya. Mungkin kalau berujung suruh bikin novel judulnya akan saya bikin sedikit hiperbolis kalau tak boleh dikatakan lebay : “Menyentuh kening langit”. Hehehe..
12 January 2012, jatuh pada hari kamis sekitar pukul 2 siang. Jadilah saya benar-benar menikmati penerbangan pertama saya. Dan bukan suatu hal yang mustahil kalau teman bangku sebelah atau belakang saya dalam hatinya berbisik….“ndesssoo….” saat menyadari kepala saya yang tak pernah saya lepaskan dari jendela barang sebentar. Saya tempelkan kuat-kuat, tak mau kehilangan satu momentpun dalam perjalanan yang hanya memakan waktu 60 menit ini. “Wiihhh,,, wooow,,,,” dan tak lupa saya umbar senyum plengah-plengeh pula setiap kali saya jumpai fenomana dan kejadian-kejadian langka yang belum pernah saya jumpai sebelumnya. Sebuah keajaiban. Ya, keajaiban.
Perjalanan pun berakhir. 1 Jam yang begitu singkat. Jika saja naik pesawat layaknya naik Odong-odong tentu saya kasih recehan seribu ke Mbak-mbak Pramugarinya sambil berucap, “Sekali lagi mba”. Dengan mata berbinar-binar.
